Tue. Oct 26th, 2021
Perbedaan pasar uang syariah dan konvensional

Pasar uang syariah, merupakan pasar uang yang menjual-belikan surat berharga syariah dalam jangka waktu yang pendek sekitar kurang dari 1 tahun. Dalam pasar uang syariah dan konvensional ada beberapa perbedaan yang bisa dianalisis.

Berbeda dengan pasar uang syariah, pasar uang konvensional merupakan transaksi dalam bentuk uang untuk jangka waktu tertentu. Dengan kata lain, transaksi tersebut dapat menimbulkan utang-piutang. Selain uang juga bisa berupa surat-surat berharga lainnya.

Untuk dapat membedakan pasar uang syariah dan konvensional bisa mempelajari penjelasan dibawah ini.

1. Melalui Sifat Instrumen

Dalam pasar uang syariah dan pasar uang konvensional memiliki instrumen yang berbeda-beda. Untuk pasar uang konvensional memiliki sifat instrumen seperti surat berharga yang bisa digunakan untuk mewakili uang.

Tujuan pasar uang sebenarnya untuk mempermudah dalam menanam modal bagi para investor. Dalam pasar uang konvensional harganya bisa berupa persentase pendapatan dalam setiap jangka waktunya.

Sedangkan untuk pasar uang syariah instrumennya lebih ke uang yang syariah. Uang syariah tersebut didukung oleh aktiva serta transaksi yang mendukung. Pasar uang syariah lebih mendukung untuk hal yang islami. Dalam pasar uang syariah pengguna mengutamakan kehalalan.

2. Melalui Mekanisme Penerbitannya

Pada pasar uang syariah lebih mendekati pasar modal syariah. Dengan kata lain didalam pasar uang syariah terdapat mekanisme pasar modal yang berupa investasi, mudharabah, musyarakah dan lain sebagainya.

Berbeda dengan pasar uang syariah, pasar uang konvensional menekan pada instrumen utang-piutang yang dijual untuk para investor. Utang yang dijual tersebut dikenai diskon dan didasarkan pada bunga yang berlaku.

3. Dalam Mekanisme Transaksi Jual-Beli

Mekanisme transaksi jual-beli dalam pasar uang konvensional tidak melihat batas apapun. Dalam pasar uang konvensional untuk perputaran uang juga dibuka untuk umum atau bebas, sehingga untuk bunganya merupakan hal yang pasti.

Kebalikan dari pasar uang konvensional, pasar uang syariah memiliki banyak aturan ketat yang harus dilaksanakan. Selanjutnya pasar uang syariah juga terbebas dari transaksi ribawi, manipulatif, judi serta transaksi yang meragukan.

4. Dilihat Dari Indeks Sahamnya

Melalui indeks sahamnya, pasar uang konvensional memiliki indeks yang terbuka bebas. Selain itu pasar uang konvensional juga tidak bisa memisahkan saham yang halal secara khusus.

Untuk indeks saham pasar uang syariah yaitu dikeluarkan sendiri dari pasar uang syariah. Dengan hal itu, untuk semua saham dalam pasar uang syariah sudah terjamin halalnya.

5. Melalui Emiten Yang Menjual Saham

Pada pasar uang konvensional emiten, dapat dengan mudah menjual sahamnya di pasar uang konvensional tanpa memperhatikan halal atau tidak. Untuk transaksinya, pasar uang konvensional menggunakan sistem modal.

Selanjutnya perbedaan pasar uang syariah dan konvensional adalah dalam pasar uang syariah emiten dapat menjual saham dengan ketentuan dan syarat-syarat yang berlaku. Berbeda dengan pasar uang konvensional, pasar uang syariah tidak memiliki bunga.

Dalam pasar uang syariah ini emiten dapat menjual saham secara aman. Karena pasar uang syariah instrumen transaksinya menggunakan mudharabah sehingga terbebas dari pasar manipulatif dan meragukan.

Setiap jenis pasar uang pastinya mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Jadi untuk lebih amannya bisa disesuaikan dengan diri sendiri ingin memilih jenis pasar uang yang mana untuk digunakan dalam berinvestasi.

5 penjelasan diatas merupakan perbedaan mendasar antara pasar uang syariah dan konvensional yang bisa dipelajari. Terutama untuk yang ingin berinvestasi tapi masih bingung memilih antara pasar uang syariah atau pasar uang konvensional.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *